Kamis, 10 Mei 2012

Suksesi, Gletser dan Lahan Tua


Rangkuman Kuliah Ekologi Tumbuhan
“ Suksesi, Studi kasus Gletser dan Lahan Tua”
Oleh:
Syaiful Yahya
081014072

Suksesi  adalah rangkaian perubahan mulai dari tanaman perintis hingga mencapai ekosistem klimaks. Suksesi dapat berlangsung cepat / lambat. Berlangsungnya suatu suksesi bergantung pada perusakan suatu komunitas atau disturbansi. Disturbansi terjadi karena adanya perusakan /  penghilangan semua / beberapa biomassa tumbuhan. Akibat dari suksesi adalah modifikasi lingkungan fisik dalam suatu komunitas / ekosistem yang prosesnya berakhir pada suksesi ekosistem pada titik klimaks dalam keadaan seimbang ( homeostatis ). Penyebab utama dari suksesi adalah :
1.      Klimat / cuaca : suksesi dapat terjadi karena perubahan cuaca yang ekstrim sehingga dapat merusak vegetasi suatu ekosistem.
2.      Topografi : suksesi dapat terjadi akibat erosi dan deposisi tanah.
3.      Biotik : suksesi dapat terjadi akibat perusakan dari organisme – organisme parasit, hewan, dan manusia.
Suksesi terdiri dari 2 macam, yaitu :
1.      Suksesi primer : suksesi yang terjadi karena gangguan / perusakan komunitas asal secara total sehingga menyebabkan hilangnya semua habitat dan terbentuknya habitat yang terdiri dari komunitas - komunitas baru. Contohnya gunung meletus, longsor, endapan lumpur.
2.      Suksesi sekunder : suksesi yang terjadi bila suatu komunitas mengalami gangguan baik secara alami / buatan. Gangguan tersebut tidak merusak total daerah asal. Contohnya banjir, gelombang laut, kebakaran, angin kencang.

Beberapa contoh proses terjadinya suksesi di kawasan seperti teluk gletser di Alaska, dan suksei lahan tua propinsi Piedmont di Carolina.

A.    Studi kasus teluk Gletser, Alaska
Contoh penelitian yang detail dan tepat untuk mempelajari tentang suksesi primer adalah teluk gletser di Alaska. Ditemukan oleh John Muir (1980). Membutuhkan waktu 200 tahun untuk menjelaskan kronologi berurutan yang memuat satu ekosistem dari sungai es di Alaska. Dari sungai es sampai terbentuk pasir dan batuan kapur, kelembapan yang sedang hingga tingkat organisme yang mendekati nilai konstan. Penelitian di daerah ini dipelopori oleh William Cooper (1923, 1931, 1939), diikuti oleh Crocker dan Mayor (1955), Chapin et al. (1994), dan Fastie (1995). Awal perkembangan suksesinya adalah remah alga dan lumut yang paling sederhana di permukaan reruntuhan batuan es gletser. Berlanjut dengan tumbuhan tingkat yang sederhana hingga tingkat pailing tinggi yaitu pohon cemara. Cooper, Crocker dan Mayor mempelajari secara detail tentang suksesi, sedangkan Chapin et al. dan Fastie mempelajari tentang mekanisme suksesi tersebut. Banyak literatur yang menarik dan terperinci yang menjelaskan tentang suksesi primer dan aspek – aspeknya secara umum. Kemungkinan – kemungkinan yang bisa menyebabkan peristiwa suksesi di teluk gletser adalah perubahan iklim dalam waktu yang cukup lama dan perubahan kondisi tanah karena erosi dan pengendapan. Tahapan – tahapan perkembangan vegetasinya adalah :
1.      Ganggang hijau biru berkerak, lichen, lumut
2.      Tumbuhan paku ekor kuda dan 7 tumbuhan berpembuluh yang tersebar
3.      Semak kerdil ( Dryas drumondii )
4.      Tumbuhan willow ( Salix sp. ) dan kapuk ( Propulus trichocarpa )
5.      Alder ( Alnus sinuata )
6.      Pohon cemara ( Picea sitchensis )

Jika perkembangan vegetasi tersebut dituliskan dalam tabel, maka akan sebagai berikut:

Karakteristik
0 – 15 tahun
15 – 35 tahun
35 – 80 tahun
80 – 115 tahun
115 – 200  + tahun
Vegetasi
Alga
Lichen
Lumut
Paku
Semak
Semak
Willow
Pohon
Kapuk
Alder
Alder
Alder
Pohon cemara
Pohon cemara Hemlock
Kenampakan
< 50 % setengah
85 %
Setengah
100 % seragam
100 % seragam
100 % seragam
Struktur
1 lapisan
< 0,1 m
2 lapisan
2 – 4 m
2 lapisan
2 – 4 m
2 – 3 lapisan
3 – 5 m
2 – 3 lapisan
> 5 m
Tanah
Bebatuan
Tak ada organik
Tanah awal sedikit organik
Tanah baik organik tinggi
Tanah lebih baik
organik sangat tinggi
Tanah lebih baik
organik sangat tinggi
pH
8,0
7,5
5,5
5,0
< 5,0



B.     Studi kasus suksesi lahan tua
Salah satu aspek yang menonjol dari suksesi ini adalah level dari pengulangan dan prediktibilitasnya di Provinsi Piedmont. Terdapat spesies kecil bergantian di sepanjang jangkauan tetapi pola keseluruhannya tetap sama. Penelitian eksperimental sangat menarik untuk dibahas karena menyediakan contoh yang luar biasa yang menggabungkan pengamatan lapangan dengan percobaan lapangan dan di rumah kaca untuk digunakan dalam mempelajari ekologi tanaman dengan baik. Menurut Keever ( 1950 ), terdapat banyak faktor yang dapat berpengaruh pada perkumbuhan dan perkembangan benih dan bibit yaitu :
-          Senyawa kimia ( alelopati )
-          Persediaan air dan kompetisi
-          Sampah
-          Bahan organik dalam tanah
Keever ( 1950 ) juga menyampaikan beberapa metode untuk mempelajari suksesi, antar lain :
-          Percobaan lapangan secara kuantitatif ( pola )
-          Percobaan rumah kaca secara eksperimental ( kontrol )
-          Percobaan lapangan secara eksperimental ( realistis )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasih atas komentarnya mudah-mudahan bermanfaat