Rabu, 21 Maret 2012

Isolasi Kasein

Laporan Praktikum Biokimia
I.       Judul Laporan :
Isolasi Kasein pada susu sapi segar

II.    Tujuan :
a)      Mempelajari cara isolasi kasein
b)      Mengtahui kadar kasein pada 100ml air susu sapi segar

III. Dasar Teori :
Susu sapi segar merupakan salah satu minuman yang tergolong digemari oleh semua lapisan masyarakat, sebagai pelengkap makanan sehat dan sempurna hal ini dikarenakan susu sapi segar memiliki kandungan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Susu sapi segar mengandung air,lemak,protein,vitamin,mineral, laktosa/karbohidrat dan lain-lain.

Kasein merupakan salah satu protein yang terkandung dalam susu sapi segar dengan konsentrasi 35 gram/L,ckasein ini merupakan polimer dari asam amino-asam amino yang disatukan oleh ikatan-ikatan peptide (peptide linkages)

Protein susu memiliki protein-protein spesifik. Salah satunya adalah kasein. Kasein merupakan komponen terbesar dalam susu dan sisanya berupa whey protein. kadar kasein pada protein susu mencapai 80%. Kasein terdiri atas beberapa fraksi seperti alpha-casein, beta casein, dan kappa-casein. Kasein merupakan salah satu komponen organik yang melimpah dalam susu bersama dengan lemak dan laktosa. Kasein merupakan protein konjugasi antara protein dengan fosfat membentuk fosfoprotein. Kasein berupa serbuk amorf warna putih.
Dalam kaseintidak hanya terdiri dari zat-zat organik, melainkan mengandung juga zat anorganil seperti kalsium, fosfor, dan magnesium. Dalam keadaan murni, kasein berwarna putih seperti salju, tidak berbau, dan tidak mempunyai rasa yang khas. Kasein murni tidak larut dalam air dingin dan garam netral. Kasein terdispersi dalam air panas, basa, dan garam basa seperti natrium asetat, dan natrium oksalat.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi protein adalah pH, dimana sebuah protein susu (kasein) akan mengendap bila keadaan muatan negatif dan positif larutan yang mengandung protein tersebut seimbang, keadaan dimana pH saat muatan positif dan negatif setimbang dinamakan pH isoelektrik, keadaan pH isoelektrik ini digunakan sebagai isolasi protein pada susu segar, denagn cara mengendapkan protein susu tersebut. pH isoelektrik susu pada 4,8

IV. Alat dan Bahan :
1.      Alat :
a)      Gelas Beaker
b)      Pipet Tetes
c)      Gelas Ukur
d)     pH Meter
e)      Penangas air
f)       Kertas Saring
g)      Sentrifuge
h)      Gelas Arloji
i)        Neraca analitik
j)        Tabung bucher
2.      Bahan
a)      Susu sapi segar
b)      Buffer Na-asetat 0,2M pH 4,8
c)      Etil eter
d)     Etanol 90%
e)      Aquades
V.    Cara Kerja :
1.      Tempatkan 100ml susu dalam gelas beaker, hitung pH larutan susu segar, panaskan pada suhu 40 C. campurkan Buffer asetat 0,2 M sebanyak 150ml sambil diaduk-aduk secara perlahan, sampai pH meter menunjukkan pH isoelektrik larutan susu yaitu 4,8.
2.      Dinginkan campuran pada suhu kamar, kemudian saring dengan kertas saring atau disentrifugasi dengan sentrifuge
3.      Cuci endapan beberapa kali dengan aquades, kemudian tambahkan dengan etanol 30ml
4.      Saring suspense ini dengan corong Buchner atau disentrifugasi, kemudian cuci endapan menggunakan eter.
5.      Pindahkan endapan kedalam gelas arloji dan biarkan samapi eter habis menguap
6.      Timbanglah kadar kasein yang dihasilkan dan hitung proses randemenya menggunakan rumus 
 massa rendemen = Massa endapan/Massa teoritis X 100 %
 Massa teoritis = Massa kasein dalam susu pada teori X massa larutan
R
VI. Hasil Pengamatan :
No
Perlakuan
Pengamatan
1.
Susu segar + Buffer asetat 0,2M dipanaskan pHi 4,8
Susu berwarna putih, terdapat gumpalan warna kekuningan
2.
Menyaring
Didapatkan rendemen berwarna putih, dan sisa susu berwarna sedikit kekuningan (mengandung larutan lemak)
3.
Menambahkan Larutan Etanol 95% (fungsi isolasi kasein dari larutan yang polar)
Endapat tetap putih
4.
Sentrifuge
Endapan putih
5.
Menambahkan larutan Eter (fungsi isolasi larutan yang bersifat non polar)
Endapat putih
6
Sentrifuge
Didapatkan kasein yang berwarna putih menggumpal

VII.          Pembahasan :
Percobaan ini bertujuan untuk mengisolasi kasein dari susu. Dalam percobaan ini digunakan susu sapi segar. Isolasi kasein dapat dilakukan dengan pengendapan kasein pada pH iso elektrik. Dalam percobaan dilakukan isolasi kasein dengan cara pengendapan yaitu dengan menambahkan laruta buffer asetat agar pH mencapai isoelektrik yaitu 4,8.

Susu merupakan system koloid yang system terdispersi dan pendispersinya adalah zat cair (emulsi). Sistem ini tidak terlalu stabil tetapi pada susu, system koloid ini distabilkan dengan adanya kasein sebagai emulgator. Langkah pertama adalah dengan memanaskan susu sebanyak 100 ml hingga suhu 40°C, pemanasan hanya dilakukan sampai suhu 40°C, dengan tujuan agar tidak merusak kandungan air susu yang lain yaitu tritofan, serina dan treonina, setelah mencapai 40°C, pada saat air susu dipanaskan  ditambah tetes demi tetes buffer asetat sebanyak 100 ml sambil terus diaduk dan lama kelamaan terbentuk endapan putih. Endapan ini adalah kasein, selanjutnya endapan ini dipisahkan dari filtratnya dengan menyaringnya. Endapan berupa padatan/ serbuk putih, sedangkan filtrate berupa cairan jenuh berwarna agak kuning.

Langkah selanjutnya adalah melarutkan endapan dalam 50 ml alcohol 95%, kemudian mendekantasinya, lalu mengulangi langkah ini dengan menggunakan 50 ml etanol:eter = 1:1. Lalu ditambah lagi 50 ml eter;alcohol dan disaring, lalu dicuci dengan 50 ml eter. Rangkaian proses ini bertujuan untuk memurnikan kasein yang diperoleh dari komponen-komponen susu yang lain. Setelah disaring, kasein yang diperoleh dikeringkan dan setelah kering ditimbang.
Massa kasein yang diperoleh adalah 4,155 gr. sehingga kadar kasein dalam 100 ml air susu adalah 4,157. Sedangkan massa rendemennya adalah 
Randemen = Massa Endapan/Massa Teoritis X 100%
Teoritis = Massa kasein dalam susu pada teori X Massa Larutan

Teoriris = 0,035gram/ml X 250ml
Teoritis = 8,75 gram

Randemen = Massa Endapan/Massa Teoritis X 100%
Randemen = 4,155 gram/8,75 gram X 100%
Randemen = 47%

VIII.       Kesimpulan :
1)      Tujuan dari percobaan adalah mengisolasi kasein dari susu
2)      Kasein dapat diisolasi dengan cara hidrolisis kimiawi, baik dengan pengasaman, penambahan basa maupun enzim secara sempurna
3)       Hidrolisis kasein dengan asam tidak dilakukan pada suhu tinggi, hanya dilakukan hingga suhu 40°C saja agar komponen air susu yang lain tidak rusak
4)      Kasein yang diperoleh berwarna putih dengan massa 4,155 gram
5)      Kadar kasein dalam 100 ml air susu adalah 4,155 mg/ml
6)      Kadar rendemen dala 100ml air susu sapi segar adalah 47%
7)      Fungsi penambahan alcohol 95% adalah untuk memurnikan kasein dari komponen

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasih atas komentarnya mudah-mudahan bermanfaat