Rabu, 26 September 2012

Gametogenesis



GAMET KATAK DAN PERKEMBANGANYA
Oleh :
Syaiful Yahya (081014072)
Minori_099@yahoo.co.id, mangippul.blogspot.com
Fakulstas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga Surabaya

            Gametogenesis merupakan proses pembentukan Gonad (sel kelamin). Gametogenesis terbagi atas Spermatogenesis dan Oogenesis, dimana Spermatogenesis adalah proses pembentukan gamet jantan berupa spermatozoa yang terjadi pada testis khususnya ‘tubulus seminiferus”, sedangkan Oogenesis adalah proses pembentukan gamet betina berupa Ovum yang berlangsung pada Ovarium. Secara umum tahap perkembangan pembentukan gamet jantang dan betina (Gametogenesis) terbagi atas tiga tahapan, yaitu ; Periode perbanyakan, tumbuh dan pematangan. (Tatang Djuhanda, 1981).
Berikuta penjelasan dari masing-masing tahapan tersebut :
a.       Periode perbanyakan / proliferasi
Pada fase ini primordium dari sel-sel yang bermigrasi ke gonad melakukan beberapa kali pembelahan untuk membentuk spermatogonia dan ooginia. (Yamelly Gani, 1989).

b.      Periode tumbuh
            Sementara sebagian spermatogenesis dan oogenesis terus melakuka pembelahan, sebagian laki mengalami fase tumbuh, dimana ukuran dari sel bertambah besar dai uuran semula dan DNA dari kromosom menjadi dua kali semula. Sel yang telah mengalami fase tumbuh ini disebut gametosit primer dan berada pada stadium profase dari pembelahan meiosis. (Yamelly Gani, 1989).

c.       Periode pemasakan
            Fase dimana gametosit primer mengalami dua kali pembelahan. Meiosis pertama menghasilkan gametosit sekunder, sedangkan meiosis kedua menghasilkan gamet yang bersifat haploid. Denga kata lain dapat dikatakan tujuan utama dari fase pemasakan ini yaitu agar individu baru yang akan berkembang dari sel telur yang sudah diuai akan mempunyai kromosom yang sama jumlahnya dengan kromosom induk. Gmet yang haploid ini disebut dengan ootid/ovum dan spermatid. (Yamelly Gani, 1989).

            Ovarium katak berada di dalam rongga perut (Cavum abdominalis), yang diikat oleh suatu jaringan yang disebut dengan mesovarium. Ovarium terdiri dari beriu-ribu oogonia kecil. Oogonia akan berkembang menjadi folikel. Folikel yang besar terpisah dari folikel lainya oleh adanya jaringan ikat. Didalam jaringan ikat, terdapat pembuluh darah bercabang-cabang dalam ovarium yang berperan untuk mensuplai makanan dan oksigen untuk perkembangan folikel. Pada saat folikel berukuran kecil, kuning telur (yolk, vitteline) tersebar diseluruh folikel, tetapi pada folikel yang berukuran besar, yolk terkonsentrasi pada kutub vegetal (vegetal pole) dan oosit berada di kutub animal (animal pole), sehingga termasuk tipe telolechital. Jumlah Yolk katak dibanding yolk vertebrata lain erjumlah sedang sehingga termasuk yolk tipe mesolechital. Yolk berfungsi sebagai nutrisi bagi embrio sampai fase berkembangan tertentu (Kecebong).

            Ketika telur (ovum) dilepaskan dari ovarium, maturasi pertama (Meiosis I) sudah terjadi dan meiosis akan dilanjutkan dalam oviduct. Selanjutnya telur akan disimpan dalam “uterus”, dan kemudian telur dilengkapi dengan membran gelatin (jelly) yang berperan untuk mengikat telur satu dengan telur yang lainya, mengapung dalam air, proteksi dan untuk memfokuskan sinar yang mengenai ovum

            Selain menghasilkan spermatozoa, testis juga menghasilkan testosteron. Didalam testis beratus-ratus tubulus seminiferus, yang terpisah menjadi lobus-lous (lobulus) oleh septa (Septula). Selanjutnya lobulus-lobulus itu bermuara pada saluran yang disebut Vasa efferentia yang terletak di dalam testis. Pematangan spermatozoa terjadi di dalam tubulus seminiferus.

Pengamatan Makroskopis
            Dalam rongga perut, dapat diamati situs organ pencernaan (traktus digestivus) yang tampak menutupi organ reproduksi. Pada kodok betina, setelah traktus digestivus dikuakkan, terlihat badan lemak yang menutupi organ reproduksi. Ovarium berjumlah sepasang dengan bentuk berlobus-lobus. Ukuran ovarium kodok betina bervariasi dari tiap-tiap kelompok, begitu pula dengan stadium ovariumnya. Di lateral tiap ovarium terdapat oviduk yang tergantung pada dinding dorsal tubuh dan tampak berkelok-kelok. Di ujung anterior oviduk terdapat celah seperti infundibulum atau disebut tuba ostium. Di bagian posterior setiap oviduk ukurannya membesar dengan struktur seperti uterus yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan telur sementara. Bagian akhir oviduk dilanjutkan ke bagian kloaka yang merupakan permuaraan untuk traktus digestivus dan traktus urogenitalis. Hasil pengamatan secara makroskopis dengan menggunakan lup atau kaca pembesar pada kodok betina Pada Gambar 1. Pada Gambar 1 diperlihatkan bahwa makroskopis telur katak berbentuk membulat dan berwarna putih dan hitam. Secara makroskopis perbedaan dari setiap stadium kematangan gonad pada kodok lembu betina dapat dilihat dari morfologi, perbedaan ukuran telur, dan adanya pigmentasi pada permukaan telur. Semakin tinggi stadium gonad yang dicapai (telur menjadi matang) maka semakin tinggi pula pigmentasi pada permukaannya, oleh karena itu pada ovarium terlihat pigmen hitam dan putih pada kuning telur (Goin et al., 1978; Takashima dan Hibiya, 1982).
           
Gambar 1


Pengamatan Mikroskopis
            Ovarium katak secara umum memperlihatkan gambaran histologi berupa lapisan terluar teka eksterna dan di bawahnya terdapat lapisan-lapisan yang disebut teka interna. Selain itu juga terlihat sel-sel folikel mengelilingi oosit yang sedang berkembang dan erat hubungannya dengan proses pematangan yang terjadi dalam folikel. Pengamatan morfologi stadium kematangan gonad menunjukkan bahwa pada kematangan gonad stadium I, secara histologi terlihat gonad didominasi oleh oogonium yang dikelilingi oleh folikel-folikel kecil kematangan Gonad stadium I (Gambar 2A). Kematangan gonad stadium II secara histologis teramati ukuran sel telur bertambah besar dibandingkan dengan ukuran sel telur pada stadium I. Oogonium berkembang menjadi oosit (Gambar 2B). Ovarium pada kematangan gonad stadium III, secara histologi ovarium terlihat berlobuslobus berisi sel telur yang didominasi oleh oosit primer dan sedikit oogonium (Gambar 2C). Kematangan gonad stadium IV, ukuran diameter telur jauh lebih besar dari tingkat sebelumnya. Ovarium terlihat didominasi oleh oosit primer (Gambar 2D).

Gambar 2. Fotomikrograf stadium perkembangan ovarium kodok lembu. (A) Stadium I, (B) Stadium II, (C) Stadium III, (D) Stadium IV. i, inti sel; op, oosit primer; o, oogonium. Pigmen hitam terlihat pada bagian perifer dari sel telur (panah). Pada sel telur yang telah matang inti sel terletak di pinggir (D). Pewarnaan HE, Skala A-D = 50μm.

Spermatozoa

Daftar Pustaka
Djuhanda, tatang. 1981. Embriologi Perbandingan. Amico : Bandung
Gani, yamelly. 1989. Embriologi Dasar. FMIPA UNAND. Padang

I Ketut Mudite Adnyane1*, Sevy Tiara Ilham1, Muhammad Agil 2, jurnal Profil Gonad Kodok Lembu Betina yang Diberi Human Chorionic Gonadotropin dan Ekstrak Hipofisis Kodok Lokal






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasih atas komentarnya mudah-mudahan bermanfaat