Sabtu, 16 Juni 2012

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN TROPISME

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN
TROPISME
Tanggal Praktikum, 10 Mei 2012



Disusun Oleh :
1.      Alamil Huda                     (081014007)
2.      A. Kharish Fahmi              (081014009)
3.      Cipto Dwi Handono         (080710470)
4.      Eko Prasetyo N.S.W.        (081014066)
5.      Muhammad                       (081014102)
6.      Syaiful Yahya                   (081014072)

Dosen Asistensi :
Drs. H. Hery Purnobasuki, Ms, Ph. D

DEPARTEMEN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2012
1.      TUJUAN
·           Mengamati pengaruh cahaya terhadap gerak pertumbuhan tanaman
·           Mengamati arah gerak pertumbuhan tanaman akibat adanya gravitasi

2.      TINJAUAN PUSTAKA
Para ahli membedakan gerak tumbuhan berdasarkan sumber rangsangan. Jika gerak tumbuhan tejadi bukan karena rangsangan dari luar atau rangsangan itu berasal dari dalam tumbuhan. Disebut gerak endonom. Gerak ini dikenal pula sebagai gerak otonomatau gerak spontan. Sedangkan gerak tumbuhan yang disebabkan oleh  adanya rangsang dari luar disebur gerak etionom
A.    GERAK ETIONOM 
Gerak etinom merupakan reaksi gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari luar. Berdasarkan hubungan antara arah respons gerakan dengan arah asal rangsangan, gerak etionom dapat dibedakan menjadi gerak tropisme, taksis, dan nasti. Jika yang bergerak hanya bagian dari tumbuhan, maka disebut: gerak tropisme. Jika yang bergerak seluruh bagian tumbuhan disebut gerak taksis. JIka gerakannya itu tidakl dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan, disebut gerak nasti.
1.        Tropisme
Tropisme adalah gerakan tumbuh yang diakibatkan seluruhnya oleh pasangan eksternal. Rangsangan yang menghasilkan respon tropik jelas dapat diketahui dan peran spesifik dari faktor tumbuh dapat diketahui (Heddy, S. 1986). Kaau geraknya mendekati sumber rangsang disebut tropi positif, dan kalau menjauhi disbut tropi negatif Prawirohartono, S. 1991)
Tropisme dapat dibedakan berdasarkan pada rangsangannya yaitu fototropisme disebabkan oleh cahaya; geotropisme dengan rangsangan gaya tarik bumi; thigmo tropisme dengan rangsangan berupa sentuhan; chemotropisme dengan rangsangan yang berupa zat kimia dan lain-lain (Heddy, S. 1986).
Respon tropisme bisa positif bisa negatif. Resapon positif jika bagian tumbuhan tumbuh kearah yang berlawanan. Respon negatif jika bagian tumbuhan tumbuh kearah yang berlawanan dari datangnya rangsangan (Heddy, S. 1986).
  1. Fototropisme
Fototropi adalah gerak tumbuh batang kearah matahari (Prawirohartono, S. 1991). Teori Cholodniy-Went tentang fototropisme menetapkan bahwa penyinaran sefihak merangsang penyebaran yang berbeda (diferensial) IAA dalam batang. Sisi batang yang disinari mengandung IAA lebih rendah dari pada sel-sel yang disinari, sehinggabatang akan membengkok kearah sumber cahaya. (Heddy, S. 1986). Jika perangsang itu berupa cahaya maka gerak bagian tanaman menuju kecahaya kita sebut sebagai fototropi yang positif. Sebaliknya jika gerak itu menjauh dari perangsang, gerak itu kita sebut sebagai fototropi yang negatif (Dwijoseputro 1984)
Telah diketahu bahwa optimum konsentrasi IAA untuk perpanjangan sel akar adalah kira-kira 100.000 kali lebih rendah daripada optimum konsentrasi untuk perpanjangan sel-sel batang. Denga kata lain, konsentrasi IAA yang merangsang pertummbuhan akar . Sebaliknya konsentrasi IAA yang merangsang pertumbuhan adalah sangat rendah untuk bisa menghambat pertumbuhan batang maupun untuk merangsangpertumbuhan (Heddy, S. 1986). Contoh fototropi; ujung batang membengkok menuju ke cahaya. Hal ini dapat keta saksikan pada tanaman pot yang kita tempatkan dekat jendela atau dibawah tuturan, dimana cahaya hanya batang satu fihak (Dwijoseputro 1984) Sisi yang mengarah matahari akan tumbuh lebih cepat dari ujung akar akan tumbuh erah yang berlawanan dari arah datangnya cahaya, sehingga terjadinya fototropik negatif (Heddy, S. 1986).
  1. Geotropisme
Geotropi adalah gerak yang menuju ke pusat bumi; gerak ini dilakukan oleh akar. Gerak ujung akar kepala itu kita sebut sebagai dia-geotropik atau transfersal-geotropik (Dwijoseputro 1984). Geotropi adalah gerak akar krena adanya gaya tarik grfitasi bumi (Prawiroharjo, S. 1991).
Geotropisme negatif dari batang geotropik postif dari akar dapat diterangaka dengan perpindahan auxin dari pengaruh dari gaya tarik bumiTelah diketahui bahwa jika tumbuhan diletakkan horisontal. Ujung batang akan tumbuh keatas dan ujung kar tumbuh kebawah. Respon ini terjadi walaupun ditempat gelap; respon ini tergantung gaya tarik bumi dan bukan cahaya. Cholodni (1942) dan went (1928) secara terpisah menduga bahwa respon geotropisme pada batang yang terletak oleh distribusi zat tumbuh (kemudian dikenal dengan IAA tidak merata pada sisi atas dibandingkan denga sisi bawah dari lubang sisi bawah dari batang (Heddy, S. 1986)
Teori Cholodni-went tentang geotropisme mengajukan dugaan bahwa auxin dipindahkan dari belahan atas batang kebelahan bawah bila bila batang diubah dari posisi vertikal (Heddy, S. 1986) Bila respon akar dan batang tumbuhan yng diletakkan horisontal diperbandinkan akar akan berinteraksi geotropik positif, sedang batang geotropik negatif. Pada kedua keadaan tersebut, posisi horisontal mengakibatkan perpindahan IAA kebelahan bawah akar dan batang. Konsentrasi yang tinggi pada belahan bawah akar menghambat pemanjangan sel, sedangkan konsentrasi IAA di belahan atas mendorong pemanjangan sel. Hasil akhir dari kedua pengaruh ini, akar membengkok kebawah. Keadaan sebaliknya terjadi pada batang; konsentrasi IAA yang tinggi pada belahan bawah batang mendorong pemanjangan sel dan konsentrasi yang rendah pada belahan atas menurunkan pemanjangan sel (Heddy, S. 1986) Proporsi zat-zat tubuh yang berbeda mungkin merupakan penyebab insolasi tespon tumbuh yang berbeda pada akar, batang dan organ-organ lainnya (Heddy, S. 1986)
2.        Taksis
Taksis adalah: gerak seluruh tubuh atau gerak berpindah tempat bagian dari tubuh tumbuhan yang arah berpindahnya dipengaruhi rangasangan. Gerakan yang arahnya mendekati sumber rangsangan disebut: taksis positif. Dan yang menjauhi sumber rangsangan taksis negative, Macam atau sumber rangsangan taksis meliputi: Cahaya, zat kimia, dan rangsang listrik. Jika rangsangan berupa zat kimia, gerak itu disebut: kemotaksis. Jika rangsangan yang dating berupa cahaya disebut fototaksis. Jika rangsangan berupa listrik disebut: galuanotaksis
3.        Nasti
Nasti adalah: gerak bagian tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan, tetapi ditentukan oleh tumbuhan itu sendiri. Gerak nasti antara lain: Fotonasti, Niktinasti, Tigmonasti/seismonasti, Termonasti, Haptonasti, Hidronasti, Nasti kompleks

B.     GERAK ENDONOM/OTONOM.
Gerak endonom disebabkan oleh rangsangan atau factor-faktor yang diduga berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri. Gerak ini dikenal pula sebagi gerak spontan dari tumbuhan karma tumbuhan melakukan gerakan secara spontan, tanpa adanya mengarah rangsangan dari luar.
Gerak hidonom yang paling umum adalah: mutasi
Mutasi adalah: gerak ujung batang yang sedang tumbuh atau organ lain seperti daun, stolon, tangkai bunga, dan akar yang gerakannya membentuk lintasan melingkar diudara. Gerak endonom yang lain adalah: gerak higroshopis
Higroshopis adalah: gerak bagian tumbuhan yang disebabkan oleh tumbuhan kadarv air didalam bagian tumbuhan.
Contohnya: pecahnya kulit buah polong-polongan, pecahnya kulit buah tumbuhan pacar air, membuka kotak spora, tumbuhan lumut dan paku saat mengeluarkan spora.

3.      ALAT DAN BAHAN
ALAT
a)         Fototropisme
·         Botol bekas selai
·         Gelas beaker
·         Kertas alumunium

b)        Gravitropisme
·         Cawan petri
·         Pipet
·         Selotip 2 sisi

BAHAN
a)    Fototropisme
·         Biji kacang hijau
·         Gelas beaker
·         Air

b)   Gravitropisme
·         Biji jagung (Zea mays)
·         kapas

4.      PROSEDUR KERJA
A.       Fototropisme
1)      Siapkan biji-biji kacang hijau dan rendam kedalam air pada gelas beaker selama 15 menit, pilihlah biji-biji yang tenggelam sebagai sampel percobaan
2)      Siapkan 3 botol bekas selai dan masukkan kapas kedalamnya (di dasar botol) sebagai medium tanam
3)      Tetesi kapas dengan air hingga basah secukupnya
4)      Masukkan biji-biji kacang hijau yang telah disiapkan sebanyak 10 biji kedalam setiap botol lalu tutup mulut botol tersebut dengan kertas alumunium
5)      Selanjutnya berikan perlakuan sebagai berikut :
·         Botol-1 dindingnya tidak ditutupi apapun, sehingga cahaya dapat masuk ke dalam botol
·         Botol-2 ditutup rapat dindingnya dengan kertas alumunium, sehingga tidak ada cahaya yang bisa masuk
·         Botol-3 ditutup dindingnya dengan alumunium, tapi dibuat celah dengan membuat satu lubang kecil sebagai tempat masuknya cahaya/sinar
6)      Letakkan botol-botol itu di tempat yang mempunyai cukup cahaya dan posisikan lubang pada kertas alumunium pada arah tertentu dimana cahaya dapat masuk ke dalamnya. Usahakan posisi lubang itu tetap dan tidak berubah
7)      Amati setiap hari arah pertumbuhan dari kecambah biji itu dan jangan lupa untuk menetesi air ke kapas agar kebutuhan airnya mencukupi

B.       Gravitropisme
a)      Siapkan cawan petri dan masukkan kapas ke dalamnya, atur sedemikian rupa agar kepas merata
b)      Tetesi kapas dengan air secukupnya
c)      Letakkan 4 biji jagung yang telah direndam selama 15 menit sebelumnya pada permukaan kapas tersebut dengan posisi sebagai berikut :

5.      HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
a)      Fototropisme
No.
Botol
Hasil pengamatan
Hari ke-1
Hari ke-2
Hari ke-3
1
1
Mulai tumbuh
Pertumbuhan menyebar
Pertumbuhan menyebar terbentuk daun
2
2
Mulai tumbuh
Pertumbuhan menyebar
Pertumbuhan menyebar belum terbentuk daun
3
3
Mulai tumbuh
Pertumbuhan mengarah pada lubang
Pertumbuhan mengarah pada lubang
Keterangan
Botol 1: Tanpa tutup alumunium foil
Botol 2: Tertutup alumunium foil tanpa celah sedikitpun
Botol 3: Tertutup alumunium foil dan terdapat celah cahaya



b)      Gravitropisme
No.
Cawan petri
Hasil pengamatan
Hari ke-1
Hari ke-2
Hari ke-3
1
Kedelai
Mulai tumbuh
Mulai tumbuh
Pertumbuhan retikula kearah bawah semua
2
Jagung
Mulai tumbuh
Mulai tumbuh
Pertumbuhan retikula kearah bawah semua
3
Kacang hijau
Mulai tumbuh
Mulai tumbuh
Pertumbuhan retikula kearah bawah semua

            Pada pengamatan kali ini bertujuan untuk mengamati arah gerak pertumbuhan tanaman akibat adanya gravitasi dan cahaya matahari. Dari teori yang ada gerak tanaman dapat dibedakan berdasarkan bagian apa yang bergerak dan faktor- faktor yang mempengaruhi gerak tersebut,diantaranya: gerak endonom dan dan gerak etionom. Gerak etionom itu sendiri merupakan gerak yang berupa reaksi terhadap rangsangan dari luar. Cepat lambatnya reaksi sangat bergantung pada lama tidaknya dan keras lemahnyha rangsangan.
Gerak etionom sendiri dapat dibagi atas gerak taksis dan gerak tropi. Gerak tropi merupakan gerak sebagian organ tanaman dan menuju dan menjauhi sumber rangsangan . salah satu contoh dari gerak tropi yaitu gerak geotropi. Gerak geotropi merupakan gerak tidak bebas tubuh tumbuhan karna pengaruh gaya gravitasi, misalnya gerak tumbuhnya ujung akar menuju pusat bumi dan merupakan geotropi positif.
Hasil pengamatan kelompok kami terhadap arah pertumbuhan radikula biji jagung dan biji kedelai didapatkan hasil bahwa semua radikula biji jagung dan biji kedelai tumbuh mengarah ke bagian bawah dari cawan petri. Hal ini karena terdapat gaya gravitasi yangenuju pusat bumi.
Sedangkan pada fototropisme didapatkan hasil pengamatan bahwa pertumbuhan kecambah pada medium botol tanpa tutup alumunium foil sangat cepat, arah menyebar dan paling baik pertumbuhanya sehingga tumbuh daun tanaman. Kecambah pada medium botol yang ditutup dengan alumunium foil tanpa celah sedkitpun didapatkan arah pertumbuhan kecambah menyebar namun pertumbuhan cambahnya tidak se baik pada botol tanpa tutup alumunium foil karena belum tumbuh daun. Sedangkan pertumbuhan kecambah pada medium botol yang terdapat lubang cahaya arah pertumbuhan kecambah menuju pada luban cahaya tersebut

6.      DISKUSI
A.       Fototropisme
1)      Bagaimana cahaya dapatmempengaruhi arah gerak dari tanaman?
Jawab
Cahaya merangsang tanaman yang berada di permukaan substrat untuk mendekat atau menjauh darinya. Dan tanaman merespon rangsang tersebut dengan cara bergerak ke arah cahaya atau menjauhi cahaya. Yang bertugas sebagai reseptor rangsang tersebut adalah plasmodesmata.

2)      Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi gerak pertumbuhan tanaman?
Jawab
Faktor yang mempengaruhi gerak pertumbuhan tanaman adalah arah rangsang dari rangsangan tertentu seperti, cahaya, gaya gravitasi bumi, suhu, air, ataupun zat kimia tertentu.

3)      Tanpa cahaya apakah tanaman masih dapat tumbuh dan kearah mana gerak pertumbuhanya?
Jawab
 Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, biji yang ditumbuhkan di media tanpa cahaya tetap tumbuh tetapi warna daun menjadi kuning, dengan arah tumbuh batang ke atas.

B.       Gravitropisme
1)      Bagaimanakah arah gerak akar pada berbagai posisi biji jagung pada cawan petri percobaan ini?
Jawab
Akar dari semua tunas biji-bijian dengan berbagai posisi menunjukkan hasil yang sama yaitu bergerak searah dengan gravitasi atau menuju ke bawah, peristiwa ini disebut dengan gerak gravitropisme positif.

2)      Apakah arah gerak akar tertuju pada satu arah saja? Mengapa?
Jawab
Iya, arah gerakan akar searah menuju ke bawah, karena pengaruh rangsang gravitasi bumi.

3)      Apakah hal ini berlaku pada keadaan tanpa udara?
Jawab
Tidak, karena di ruang hampa udara, gravitasi adalah sama dengan nol (0) atau tidak ada gravitasi bumi, sehingga tanaman tidak akan terpengaruh oleh gravitasi bumi

7.      KESIMPULAN
·         Cahaya berpengaruh pada keaktifan hormon auksin di jaringan tumbuhan dan cahaya bekerja berlawanan dengan hormon auksin. Arah tumbuh batang tanaman adalah ke arah datangnya cahaya.
·         Gaya gravitasi bumi berpengaruh terhadap arah tumbuhnya tanaman.


8.      DAFTAR PUSTAKA
Darmawan dan Baharsjah. 1983. Pengantar Fisiologi Tumbuhan . Jakarta : PT Gramedia
Devlin, Robert M. 1975. Plant Physiology Third Edition. New York : D. Van Nostrand.
Dwijoseputro, W. 1984.  Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT. Gramedia. Jakarta.
Ellis, Nihayati. 1986. Anatomi Tumbuhan. Rajawali Press, Jakarta.
Heddy, Suwasono. 1986. Hormon tumbuhan. CV Rajawali. Jakarta.
Kimball, John. W. 1992. Biologi Umum. Erlangga, Jakarta.
Lakitan, Benyamin. 2007. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Noggle, Ray, R dan Fritzs, J. George. 1979. Introductor Plant Physiology. New Delhi : Mall of India Private Ilmited.
Prawirohartono, S. dkk. 1991. Biologi. Erlangga. Jakarta.
Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. ITB, Bandung.
Santoso. 2004. Fisiologi Tumbuhan. Bengkulu : Universitas Muhammadiyah Bengkulu.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasih atas komentarnya mudah-mudahan bermanfaat