Jumat, 30 Maret 2012

Sejarah singkat Gerakan Pramuka


SEJARAH SINGKAT GERAKAN PRAMUKA
“DARI GERAKAN KEPANDUAN KE GERAKAN PRAMUKA”

  I.            PENDAHULUAN
Sejarah merupakan cermin bagi keadaan sekarang serta sumber pemikiran dan pembelajaran dalam mengembangkan tujuan-tujuan yang akan datang.

II.            MATERI POKOK
1.      Masa Hindia Belanda
a)      Tahun 1908, Mayor Jenderal Robert Boden Powell melancarkan suatu gagasan tentang pendidikan luar sekolah untuk anak-anak inggris, dengan tujuan agar menjadi manusia inggris, warga inggris dan anggota masyarakat inggris yang baik sesuai dengan keadaan dan kebutuhan kerajaan inggris Raya waktu itu
b)      Beliau menulis “Scouting for Boys”, sebuah buku yang berisi pengalaman dialam terbuka bersama pramuka dan latihan-latihan yang diperlukan pramuka
c)      Gagasan Boden Powell dinilai cemerlang dan sangat menarik sehingga banyak negara-negara lain mendirikankepanduan. Diantaranya di negara belanda dengan nama padvinder atau padvinderij
d)     Gagasan kepanduan dibawa oleh orang belanda ke indonesia yang pada masa itu merupakan daerah jajahan Hindia Belanda (Nederlands Ost Indie), dengan mendirikan Nederlands Indischie Padvinders Vereeniging (NIPV) atau persatuan pandu-pandu Hindia Belanda
e)      Pemimpin-pemimpin pergerakan Nasional, mengambil gagasan Boden Powell dengan membentuk organisasi-organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik yaitu sebagai kader pergerakan nasional. Pada saat itu mulailah bermunculan organisasi-organisasi kepanduan diantaranya Javanse Padvinders Organizatie (JPO), Jong Java Padvinderij (JJP), National Islamitje Padvinderij (NATIPIJ), Sarikat Islam Afdeling Padvinderij (SIAP), Hizbul Wathan (HW) dan lain sebagainya. Pemerintah Hindia Belanda melarang penggunaan istilah Padvinder dan Padvinderij untuk organisasi kepanduan diluar NIP V
f)       Sumpah pemuda yang dicetuskan pada konggres pemuda tanggal 28 Oktober 1928, telah menjiwai gerakan kepanduan nasional Indonesia untuk lebih bergerak maju
g)      Dengan meningkatnya kesadaran nasional Indonesia, maka timbullah niat untuk mempersatukan organisasi-organisasi kepanduan. Pada tahun 1930 muncullah kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang merupakan gabungan dari organisasi kepanduan Indonesische Padnvinder Organizatie (INPO), Pandu Kesultanan (PK) dan pandu pemuda sumatera (PPS). Pada tahun 1931 terbentuk federasi kepanduan dengan nama Persatuan Antar Pandu-pandu Indonesia (PAPI), yang kemudian berubah menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada tahun 1938.

2.      Masa Pendudukan Jepang
Masa pendudukan jepang (PD II), penguasa jepang melarang keberadaan organisasi kepanduan. Tokoh-tokoh kepanduan banyak yang masuk organisasi seinendan, kelbodan dan Pembela Tanah Air (PETA)

3.      Masa Perang Kemerdekaan
Dengan diproklamasikan kemerdekaan 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia bahu membahu mempertahankan kemerdekaan. Seiring dengan itu, pada tanggal 28 Desember 1945 di surakarta berdiri pandu Rakyat Indonesia (PARI) sebagai satu-satunya organisasi kepanduan di wilayah Republik Indonesia

4.      Masa Pasca Perang Kemerdekaan hingga 1961
a)      Setelah pengakuan kedaulatan NKRI, Indonesia memasuka masa pemerintahan yang liberal. Sesuai dengan situasi pemerintahan tersebut, maka bermunculan kembali organisasi kepanduan seperti HW, SIAP, Pandu Islam Indonesia, Pandu Kristen, Pandu Katholik, Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) dan lain-lain
b)      Menjelang tahun 1961, Kepanduan Indonesia telah terpecah-pecah mejadi lebih dari 100 organisasi kepanduan, suatu keadaan yang melemahkan nilai persatuan dan gerakan kepanduan Indonesia. Organisasi kepanduan pada saat iru terdiri atas satu federasi kepanduan putera dan dua federasi kepanduan puteri, yaitu :
·         Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO), 13 september 1951
·         Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia (POPPINDO), 1954
·         Perserikatan Kepanduan Putri Indonesia
Selanjutnya, ketiga federasi tersebut melebur menjadi satu federasi yaitu persatuan kepanduan Indonesia (PERKINDO)
c)      Untuk
d)     Kondisi
e)      keinginan
5.      Masa 1961-1999
6.      Masa 1999-sekarang
III.            PENUTUP

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasih atas komentarnya mudah-mudahan bermanfaat