Kamis, 03 Mei 2012

Pendidikan dalam kepramukaan


PENDIDIKAN DALAM KEPRAMUKAAN

       I.            PENDAHULUAN
Jalur Pendidikan
1)      Dalam sistem Pendidikan Nasional, terdapat dua jalur pendidikan yaitu :
a)      Jalur pendidikan sekolah, adalah pendidikan yang diselelnggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan berkesinambungan
b)      Jalur pendidikan luar sekolah, adalah pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar yang tidak harus berjenjang dan berkesinambungan
2)      Dibeberapa negara terdapat tiga jalur pendidikan yaitu :
a)      Pendidikan formal
b)      Pendidikan non formal
c)      Pendidikan in formal
3)      Ditinjau dari lingkungan hidup manusia, maka terdapat tiga lingkungan pendidikan, yaitu :
a)      Lingkungan pertama dan utama adalah lingkungan keluarga sebagai lingkungan yang dapat bersifat mendidik
b)      Lingjungan kedua adalah lingkungan sekolah yang tugas utamanya adalah melaksanakan program-program pendidikan (bimbingan, pengajaran dan latihan)
c)      Lingkungan ketiga adalah lingkungan masyarakat yang bersifat mendidik : Gerakan Pramuka, Palang Merah Remaja dan sebagainya

    II.            MATERI POKOK
1.      Pendidikan adalah usaha sadar menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi perananya di masa yang akan datang
2.      Gerakan Pramuka adalah Gerakan (Lembaga) Pendidikan yang komplementer dan suplementer (melengkapi dan memenuhi pendidikan yang diperoleh anak/remaja/pemuda di rumah dan sekolah), pada segmen yang belum ditangani oleh lembaga pendidikan lain yang pelaksanaanya menggunakan Prinsip Dasar Pendidikan Kepramukaan dan Metode Pendidikan Kepramukaan; di alam terbuka dan yang sekaligus dapat menjadi upaya “Self Uducation” bagi dan oleh remaja/pemuda/anak/pramuka sendiri
3.      Pendidikan dalam Gerakan Pramuka diartikan secara luas adalah :
Suatu proses pembinaan dan pengembangan sepanjang hayat yang berkesinambungan atas kecakapan yang dimiliki peserta didik, baik dia sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat
4.      Sasaran pendidikan dalam arti luas tersebut adalah menjadikan peserta didik sebagai manusia yang mandiri, peduli, bertanggung jawab dan berpegang teguh pada nilai dan norma masyarakat.
5.      Pendidikan dalam arti luas bertumpu pada empat sendi atau “Soko Guru” yaitu :
a)      Belajar mengetahui “Learning to know”  untuk memiliki pengetahuan umum yang cukup luas dan untuk dapat bekerja secara mendalam dalam beberapa hal, ini juga mencakup belajar untuk belajar, agar dapat memanfaatkan peluang-peluang pendidikan sepanjang hidup
b)      Belajar berbuat “Learning to do” buka hanya untuk memperoleh kecakapan atau ketrampilan, kerja, melainkan juga untuk memiliki ketrampilan hidup yang luas, termasuk hubungan antar pribadi dan hubungan antar kelompok
c)      Belajar hidup bermasyarakat “Learning to live together”  untuk menumbuhkan pemahaman terhadap orang lain, menghargai, saling pertentangan-tentangan, serta menghormati sedalam-dalamnya nilai-nilai kemajemukan, saling pengertian, perdamaian dan keadilan
d)     Belajar untuk mengabdi “Learning to serve” agar peduli terhadap sesama dan alam semesta
e)      Belajar menjadi seseorang “Learning to be”  untuk mengembangkan watak dan kepribadian sehigga mempunyai sikap mandiri, tegas, prinsip, nalar, dan berani mengemukakan pendapat serta bertanggung jawab
6.      Proses pendidikan dalam Pendidikan Kepramukaan terjadi pada saat peserta didik asik melakukan kegiatan yang menarik, menyenangkan, rekreatif dan menantang. Pada saat itu, disela-sela kegiatan pendidikan Kepramukaan tersebut Pembina Pramuka memberikan bimbingan dan pembinaan watak

 III.            KESIMPULAN
1)      Pendidikan watak dan kepribadian pada peserta didik pada saat peserta didik sedang asik melaksanakan kegiatan yang menarik, menyenangkan, rekreatif dan menantang
2)      Pembina Pramuka yang memikul tugas dalam pembinaan watak/karakter peserta didik, wajib menciptakan kegiatan yang menarik, menyenangkan, rekreatif dan menantang
3)      Kegiatan Pendidikan Kepramukaan yang menarik, menyenangkan, rekreatif dan menantang hanya bisa terwujud bilamana Pembina melibatkan peserta didik dalam perencanaan
4)      Kegiatan pendidikan Kepramukaan lebih mengutamakan kegiatan dialam terbuka, sehingga setiap kegiatan Pendidikan Kepramukaan mempunya dua nilai yaitu : nilai formal atau pendidikan yaitu pembentukan watak serta nilai materiilnya yaitu kegunaan praktisnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas komentarnya mudah-mudahan bermanfaat