Jumat, 23 Desember 2011

Sejarah Nabi Muhammad SAW

Berada di Bani sa'ad

         
           satu diantara tradisi bangsa arab saat itu adalah menyusukan anak-anaknya kepada wanita lain dengan tujuan menjauhkan anaknya dari penyakit-penyakit yang ada, juga agar memperkuat jasmani anak, tubuhnya kuat dan ototnya kekar. disamping keluarga yang menyusuinya bisa melatih bahasa arab si anak. maka, Abdul Mutholib menyusukan Rosulluloh kepada salah seorang wanita dari Bani Sa'ad bin Bakar, yaitu Halimah binti Abu Duaib Abdullah bin Al-harits, suaminya adalah al-harits bin Abdul Uzza yang berjuluk Abu Kasybah dari kaibah yang sama

            saudara satu susuan yang sama dengan Rosulluloh adalah Abdulloh bin Harits, Anisah binti al-harits, Hudzafah atau judamah al-harits, yang julukanya justru lebih dikenal dari pada namanya, yaitu asy-syaima. dialah yang menyusui beliau dan juga abu sofyan bin al-harits bin abdul muthalib putra paman Rosulluloh SAW

            paman Rosulluloh yaitu hamzah bin abdul mutholib disusui juga di bani sa'ad bin bakar. pada saat Rosulluloh berada pada susuan halimah, hamzah pernah disusui oleh ibu susu beliau yang pertama dengan demikian, hamzah merupakan saudara satu susu dari dua pihak, yaitu dari tsuwaibah dan dari halimah

             halimah dapat merasakan keberkahan dengan adanya rosulluloh SAW disana, sehingga mengundang kekaguman setiap orang. berikut ini penuturanya :
sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Ishaq bahw Halimah pernah bercerita, bahwa dia pergi bersama suaminya keluar dari negerinya, dengan membawa anak susuanya bersama beberapa wanita dari bani sa'ad. dengan tujuan mencari anak yang bisa disusui. dia berkata "saat itu merupakan musim paceklik, dimana kami tidak memiliki apapun dari sisa kekayaan kami. kami pergi dengan mengendarai keledai betina berwarna putih dan seekor unta yang sudah tua sehingga tidak menghasilkan susu lagi. setiap malam kami tidak dapat memejamkan mata demi anak yang terus menerus menangis karena menahan lapar. Air susuku sudah mengering, demikian juga unta tua kami. walaupun demikian kami tetap berharap ada bantuan yang memberi jalan keluar. keledai tua yang kami tunggangi sudah mulai lemah karena kami hampir tidak pernah turun darinya, Hingga kami sampai di mekah mencari bayi yang dapat kami susui. di mekah setiap wanita dari kelompok kami menolak menyusui rosulluloh karena anak yatim, tidak mengherankan sebab kami mengharapkan balasan yang cukup dari ayah bayi yang disusui, demikian halnya aku.menurut kami anak yatim ! apa yang bisa diharapkan dari ibu dan kakeknya?
kami tidak menyukai hal itu, "Aku tidak pulang sebelum mendapatkan bayi susuhan".  lalu aku berkata "Demi Allah aku akan mengambil anak yatim itu" dan suamiku menjawab "mungkin itu lebih baik, semoga Allah menjadikanya sebagai keberkahan bagi kita"


           halimah berkata "lalu, aku mendatanginya dan mengambilnya untuk disusui. ketika aku menggendonya, aku tidak merasakan beban apapun"

          halimah melanjutkan kisahnya, ketika kami akan pulang dan menaiki keledai tunggangan kami. aku meletakkan putting susuku dibibir bayi itu, tiba-tiba bayi itu bisa menyedot air susuku yang asalnya sudah mengering sehingga dia kenyang. aku dapat menyusui anak kandungku sendiri. kemudian keduanya tertidur padahal sebelumnya kami belum pernah mendapatinya dia tertidur seperti itu, kemudian suamiku menghampiri unta tua kami, dengan tidak disangka, air susu unta itu menjadi penuh dan suamiku dapat meminumnya demikian juga aku sampai kami merasa kenyang dan kami merasakan malam itu adalah malam terbaik yang pernah kita alami. kami dapat tertidur dengan pulas dan nyaman.

            pada pagi harinya, suamiku berkata, " Demi Allah wahai Halimah, tehukah engkau sungguh engkau telah mengambil seorang bayi yang membawa keberkahan".


           Halimah menjawab sungguh aku berharap demikian, lalu halimah melanjutkan kisahnya, kemudian kami keluar dan menunggangi keledai betina kami, dan membawa bayi tersebut bersama kami. aku membawa barang bawaan di atas keledai itu sehingga seorang wanita berkata dengan takjub, Wahai halimah apakah ini keledai yang engkau tunggangi kemarin?
halimah menjawab, benar, ini adalah keledai itu. mereka mengatakan, demi allah, sungguh keledaimu semakin bertambah kuat.

          Lalu kami sampai dirumah kami di negeri bani sa'ad pada saat itu, kami tidak melihat sepetak tanah kami yang lebih subur dari itu, domba-domba kami datang dalam keadaan yang sudah kenyang serta susu-susu yang sudah penuh padanya. Lalu kami memerahnya dan meminumnya, sementara orang lain tidak ada yang memerah susu hewan gembalanya karena kelenjar susu telah kempis sehingga mereka memaki gembalanya, celakalah kalian, gembalakan domba kalian seperti pengembala putri Abu Duaib, tetapi domba mereka tetap pulang dalam keadaan lapar dan tidak setetes pun susu yang dapat diperah, sedangan hewan gembalaan milik kami pulang dalam keadaan kenyang dan air susu yang penuh.

          selama menyusui Rosululloh Saw, kami terus-menerus mendapatkan keberkahan dan tambahan rejeki, setelah dua tahun kami pun menyapihnya dan diapun tumbuh dengan baik tidak seperti anak-anak yang lainya dia mimiliki tubuh yang kokoh dan kuat

          kemudian kami membawanya kepada ibunya, meskipun kami berharap anak itu dapat menetap dengan kami sebab betapa banyak keberkahan yang dibawanya, lalu aku (kata halimah) berkata pada Aminah, andai engkau izinkan anak kami tetap bersama kami ini sampai dewasa sebab aku khawatir terserang penyakit yang ada di mekah, kami terus memohon dan merayu ibunya, sehingga ia berkenan mengembalikan anak itu pada kami

sumber : Naskah Klasik dan Naskak Terbaru Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasih atas komentarnya mudah-mudahan bermanfaat