Rabu, 14 Desember 2011

Ilmu Ekologi


Ekologi serta peranannya

Nama : Akhmad Kharish Fahmi
NIM / Prodi : 081014009 / S1 Biologi
No. Hp : 08133058476

Pendahuluan

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) dan logos (“ilmu”). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya.


Menurut Odum (1971) ekologi mutakhir adalah suatu studi yang mempelajari struktur dan fungsi ekosistem atau alam di mana manusia adalah bagian dari alam. Struktur disini menunjukkan suatu keadaan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu termasuk kerapatan/kepadatan, biomas, penyebaran potensi unsur-unsur hara (materi), energi, faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang mencirikan keadaan sistem tersbut. Sedangkan fungsinya menggambarkan hubungan sebab akibat yang terjadi dalam sistem. Jadi pokok utama ekologi adalah mencari pengertian bagaimana fungsi organisme di alam.


Pada dasarnya ekologi adalah ilmu dasar yang tidak mempraktekkan sesuatu tetapi suatu ilmu tempat mempertanyakan dan menyelidik yang berkaitan dengan berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan kehidupan (peradaban) manusia


Pada pembagiannya ekologi dibagi menjadi :

1.      Autekologi : membahas penkajian individu organisme atau individu atau spesies yang penekanannya pada sejarah-sejarah hidup dan kelakuan dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
2.      Sinekologi : membahas pengkajian golongan atau kumpulan organisme-organisme yang berasosiasi bersama sebagai satuan

Sebagai contoh bila diadakan suatu studi mengenai hubungan suatu jenis pohon tersebut terhadap lingkungan, pengkajian itu aka bersifat autekologi. Apabila studi itu memperhatikan atau mengenai hutan di mana jenis pohon itu tumbuh , pendekatannya bersifat sinekologi

Ekosistem dan lingkungan

            Di alam terdapat organisme hidup (makhluk hidup) dengan lingkungannya yang tidak hidup saling berinteraksi berhubungan erat tak terpisahkan dan saling pengaruh mempengaruhi satu sama lain yang merupakan suatu sistem. Dalam hal ini makhluk hidup lazim disebut biotik, dari asal kata bi  berarti hidup. Lingkungan yang tidak hidup disebut abiotik dari asal kata a dan bi berarti tidak hidup. Di dalam sistem tersebut terdapat dua aspek penting yaitu arus energi (aliran energi) dan daur materi atau disebut juga daur  mineral atau siklus mineral ataupun siklus bahan di samping adanya sistem informasi. Aliran energi dapat terlihat pada struktur makanan, keragaman biotik dan siklus bahan (yakni pertukaran bahan-bahan antara bagian yang hidup dan tidak hidup). sistem tersebut disebut ekosistem.

           
            Menurut Undang-undang Lingkungan Hidup (UULH,1982) ekosistem adalah tatanan kesatuan secara menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Perlu diketahui bahwa di dalam ekosistem terdapat makhluk hidup dan limgkungannya. Makhluk hidup terdiri dari tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di luar individu . Menurut UULH tahun 1982 bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk didalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.


            Kaidah-kaidah ekosistem antara lain adalah suatu ekosistem diatur dan dikendalikan secara ilmiah, mempunyai daya kemampuan yang optimal dalam keadaan berimbang, terdapat interaksi antara seluruh unsur-unsur lingkungan yang saling mempengaruhi baik antara komponen biotis dengan komponen abiotis, sesama komponen biotis atau sesama komponen abiotis.


Komponen ekosistem dibagi berdasarkan dari segi makanan (trophik) serta dari segi keperluan deskriptif. Dari segi makanan sendiri dibagi lagi menjadi dua komponen yang biasanya terpisah-pisah dalam waktu dan ruang tertentu yakni:
1.    Komponen autotrof (memberi makanan sendiri), di sini terjadi pengikatan energi sinar matahari
2.    Komponen heterotrof (memakan yang lainnya) di sini terjadi pemakaian, pengaturan kembali dan perombakan bahan-bahan yang kompleks

Dari segi keperluan deskriptif terdiri dari :
1.    Komponen abiotik :
a)    Senyawa-senyawa anorganik (C, H, CO2, H2O dan lainnya) yang terlibat dalam siklus bahan atau mineral
b)   Senyawa-senyawa organic (protein, kerbohidrat, lemak dan yang lainnya) yang menhubungkan biotik dan abiotik
c)    Iklim (suhu dan factor fisik lainnya)
d)   Air

2.    Komponen biomas :
a)    Prosusen, organisme autotropik, pada umumnya tumbuhan hijau yang mampu menghasilkan atau membentuk makanan dari senyawa-senyawa anorganik yang sederhana
b)   Makro-konsumer atau phagotrof, organisme-organisme heterotrof, terutama binatang-binatang yang mencernakan organisme-organisme atau bagian bahan organik
c)    Mikro-konsumer, saprotrof (sapro = merombak) atau osmotrof, organism heterotrof terutama bakteri dan jamur  yang merombak senyawa-senyawa kompleks daripada protoplasma mati. Mengisap beberapa dari hasil perombakan dan melepaskan bahan makanan anorganik yang dapat digunakan oleh produsen. Menghasilkan senyawa organik sebagai sumber energi yang dapat menghambat atau merangsang komponen biotik lainnya dalam ekosistem


Perbedaan ekosistem yang satu dengan yang lain dapat ditentukan oleh:
1.      Jumlah jenis organisme produsen.
2.      Jumlah jenis organism konsumen
3.      Jumlah keanekaragaman mikroorganisme
4.      Jumlah dan macam komponen abiotik
5.      Kompleksitas interaksi antar komponen
6.      Berbagai proses yang berjalan dalam ekosistem


Ekosistem mempunyai keteraturan, berwujud sebagai kemampuan untuk memelihara diri-sendiri, mengatur sendiri, serta mengadakan keseimbangan kembali. Oleh karena itu dalam system kehidupan ada kecenderungan untuk melawan perubahan atau usaha agar berada dalam suatu keseimbangan (homeostatis). Homeo = sama, statis = berdiri, jadi homeostatis merupakan kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan dalam system secara keseluruhan. Fakto-faktor yang mengaturnya sangat rumit yang meliputi :
1.    Mekanisme yang mengatur penyimpanan bahan-bahan
2.    Pelepasan hara makanan
3.    Pertumbuhan organism dan produksi
4.    Dekomposisi bhan-bahan organik
Di sini terlihat bahwa ekosistem mampu memelihara dan mengatur sendiri. Hal ini sama dengan yang dilakukan oleh komponen populasi dan organisme-organisme lainnya.


            Setiap individu dalam suatu ekosistem akan mengalami adaptasi terhadap lingkungannya yang telah berubah itu. Pengertian mengenai adaptasi ini dapat bersifat dinamik dan dapat pula bersifat statik. Adaptasi yang bermakna dinamik merupakan suatu proses penyesuaian diri kepada suatu proses. Bentuk adaptasi ada :
1.      Adaptasi morfologis : yaitu adaptasi yang berhubungan dengan seperti pada kekuatan batang atau bentuk daun.
2.      Adaptasi fisiologis : yaitu usaha penyesuaian diri yang menghasilkan ketahanan terhadap parasit, kemampuan yang menghasilkan ketahanan terhadap parasit, kemampuan yang lebih besar dalam mengambil unsur hara atau tahan terhadap kekeringan

Habitat adalah tempat hidup makhluk hidup. Setiap makhluk hidup mempunyai habitat yang sesuai dengan kebutuhannya. Apabila terjadi gangguan atau perubhan yang cepat makhluk tersebut mungkin akan mati atau pergi mencari habitat yang lain yang cocok. Akan tetapi jika terjadi perubahan secara perlahan atau berevolusi, lama kelamaan makhlukyang ada disitu akan berusaha melakukan penyesuaian diri, atau beradaptasi yang akhirnya mungkin akan terjadi jenis baru. Relung atau niche merupakan cara hidup dari makhluk hidup dalam habitatnya


Daya dukung lingkungan (carrymg capacity) merupakan batas teratas dari pertumbuhan suatu populasi, di atas mana jumlah populasi itu tidak lagi dapat didukung oleh sarana, sumber daya dan lingkungan yang ada. Ada makhluk yang mempunyai strategi hidup dengan memperhatikan daya dukung lingkungan. Makhluk tersebut akan menekan populasinya apabila jumlahnya sudah mendekati batas daya dukung tersebut. Namun ada pula makhluk hidup yang tidak peduli dengan batas daya dukung itu dan mereka akan berkembang biak menurut nalurinya.


Untuk lebih mempermudah memahami ekosistem maka dapat dibagi menjadi ekosistem alami dan ekosistem buatan
-     Ekosistem buatan
Komponen-komponen biasanya kurang lengkap, memerlukan subsidi energi, memerlukan pemeliharanatau perawatan, mudah terganggu, dan mudah tercemar. Ekosistem buatan lebih rentan terhadap [erubahab atau tidak mantap.
-     Ekosistem alami
Komponen-komponennya lebih lengkap, tidak memerlukan pemeliharaan atau subsidi energi, dan selalu dalam keseimbangan. Ekosisitem ini lebih mantap dan tidak mudah terganggu. Berdasarkan habitat ekosistemnya dapat dibagi :
1.    Ekosistem mangrove.
2.    Ekosistem pantai.
3.    Ekosistem rawa.
4.    Sungai dan danau.
5.    Hutan dataran rendah.
6.    Gunung.
7.    Gua.
Ekosistem dapat juga dapat dibedakan berdasarkan tipe-tipe biom atau unit-unit komunitas besar, yang terdiri dari formasi vegetasi dan hewan atau unsur-unsur lainnya. Biom adalah sekelompok ekosistem darat pada sebuah benua yang mempunyai struktur dan fisiognomi vegetasi yang sama sifat-sifat lingkungan yan sama dan mempunyai karakteristik komunitas hewan yang sama pula. Di Indonesia mempuinyai bebrapa tipe biom yaitu :
1.      Hutan hujan
2.      Hutan musim
3.      Savana
4.      Padang rumput






Daftar pustaka

Irwan, Z.D. 2010 .Prinsip-prinsip Ekologo Ekosistem, Ilngkungan dan Pelestariaannya. Bumi Aksara. Jakarta
Odum, E.P. 1971.Fundamentals of Ecology.W.B. Saunders Company. London
UULH 1982, Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. KLH, Jakarta
Whittaker, R.H. 1973. Communities anf Ecosystem. Mcmillan Pub.Co, Inc. New York




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas komentarnya mudah-mudahan bermanfaat