Jumat, 16 Desember 2011

Sejarah Nabi Muhammad SAW

masa kelahiran nabi 
MUHAMMAD SAW

          Rosulluloh SAW dilahirkan ditengah keluarga bani Hasyim, di mekah pada senin pagi tanggal 9 Robi'ul awwal, yaitu pada awal tahun ketika peristiwa gajah terjadi. atau setelah empat puluh tahun kekuasaan kisra anusyirwan. menurut penelitian ulama terkenal yaitu Muhammad Sulaiman al-manshurfury dan penelitian astronomi Mahmud Fasya, bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April tahun 571 M.

          Ibnu sa'ad meriwayatkan bahwa ibunda Rosulluloh SAW berkata, "ketika aku melahirkanya, aku melihat ada cahaya yang keluar dari kemaluanku dan menyinari istana-istana negeri syam".

          hal serupa juga diriwayatkan oleh Ahmad, ad-darimi, dan yang lainya. diriwayatkan bahwa telah terjadi irhas, yang menunjukkan bukti penguat kerosulan Muhammad SAW ketika beliau dilahirkan. diantaranya adalah runtuhnya 14 balkon di istana kisra dan padamnya api yang disembah oleh orang-orang Majusi serta hancurnya Gereja-gereja disekitar Buhairah yang amblas ditelan bumi. hal ini diriwayatkan oleh Ath-Thabari, Baihaqi, dan yang lainya. walaupun tidak ada sanad yang kuat dalam meriwayatkan kejadian tersebut.

          setelah aminah melahirkan dia mengirim utusan kepada Abdul Muthallib, kakek rosulluloh untuk menyampaikan kabar gembira tersebut. Abdul Muthallib datang dengan penuh kegembiraan, lalu dia masuk kedalam ka'bah dan berdoa kepada Allah SWT seraya bersyukur kepadaNya, kemudian dia memilah nama Muhammad untuk beliau. pada saat itu, orang-orang arab belum pernah mengenal nama tersebut. pada hari ke-tujuh, beliau di khitan sebagaimana orang-orang arab biasa melaksanakanya.

          Wanita yang pertama menyusui beliau setelah ibunya adalah Tsuwibah, salah seorang hamba sahaya Abu Lahab, pada hari ke-tujuh kebetulan dia sedang menyusui anaknya yang bernama Masruh. sebelum rosulluloh SAW, wanita ini juga yang menyusui Hamzam bin Abdul Muthollib, setelah itu abu salamah bin abdul asad al Makhzumi.

sumber : Naskah Klasik dan Naskah Terbaru " Syaikh shafiyyurrahman Al-Mubarakfury

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasih atas komentarnya mudah-mudahan bermanfaat