Rabu, 04 Januari 2012

Materi Kepalang Merahan

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional

A.    Sejarah Gerakan

      Perang Solferino

            Pada Tanggal 24 juni 1859 di solferino, sebiah kota kecil yang terletak didaratan rendah propinsi Lambordini, sebelah utara italia, berlangsung pertempuran sengit antara prajurit perancis dan austria. Pertempuran yang berlangsung sekitar 16 jam dan melibatkan 320.000 orang prajurit itu menelan puluhan ribu korban tewas dan luka-luka. Sekitar 40.000 orang meninggal dalam pertempuran

            Bnayaknya prajurit yang menjadi korban, dimana pertempuran berlangsung antar kelompok yang saling berhadapan, memang merupakan karakteristik perang yang berlangsung pada jaman itu. Tak ubahnya seperti pembantaian massal yang menghabisi ribuan orang pada satu waktu. Terlebih lagi, komandan militer tidak memperhatikan kepentingan orang yang terluka untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan. Mereka hanya dianggap sebagai makanan meriam ribuan mayat tumpang tindih dengan mereka yang terluka tanpa pertolongan. Jumlah ahli bedah pun sangat tidak mencukupi. Saat itu, hanya ada 4 orang dokter hewan yang merawat seribu kuda serta seorang dokter untuk 1000 orang. Pertempuran tersebut pada akhirnya dimenangkkan oleh perancis.

            Akibat perang dengan pemandangannya yang sangat mengerikan itu, menggugah Henry Dunant, seorang pengusaha berkebangsaan swiss (1829-1910) yang kebetulan lewat dalam perjalanannya untuk menemui Kaisar napoleon III guna keperluan bisnis. Namun menyaksikan pemandangan yang sangat mengerikan akibat pertempuran, membuat kesedihanya muncul dan terlupa akan tujuan bertemu dengan kaisar. Dia mengumpulkan orang-orang dari desa-desa sekitarnya dan tinggal disana selama 3 hari untuk dengan sungguh-sungguh menghabiskan waktunya untuk merawat orang yang terluka.

           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasih atas komentarnya mudah-mudahan bermanfaat